Cara Benar Shalat Tarawih Berjamaah

By | May 26, 2020
Potret Malam Pertama Salat Tarawih di Aceh Dalam Suasana COVID-19 

Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di setiap malam di bulan Ramdhan adalah shalat tarawih. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA berkata : “Rasulullah SAW menganjurkan qiyam (sholat) Ramadhan kepada mereka (para sahabat), tanpa perintah wajib. Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang mengerjakan qiyam (sholat) Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahal, niscaya dosnya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). 

Jika pada tahun tahun sebelumnya, umat muslim biasanya melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid. Tetapi karena pandemi virus corona (Covid-19) yang belum mereda hingga saat ini, menyebabkan umat islam di Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan shalat tarawih di rumah saja. 

Meski adanya anjuran untuk tidak melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid terkait situasi pandemi covid-19, tetapi ibadah shalat tarawih tersebut masih bisa dilaksanakan di rumah masing masing tentunya berjamaah bersama anggota keluarga yang lainnya. Untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah di rumah, diperlukannya seorang imam yang memimpin shalat dan makmum. Terkait niat dalam shalat tarawih adanya perbedaan antara bacaan sebagai seorang imam dan sebagai seorang makmum. 

Berikut dibawah ini penjelasan tata cara shalat tarawih berjamaah yang benar diantaranya yaitu : 

  • Bacaan Niat Sebagai Imam Shalat Tarawih

Seseorang yang bertindak sebagai imam atau pemimpin dalam shalat tarawih, maka bacaan niatnya seperti ini :

“Ushalli sunnatat Taraa wii hi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaa ‘an imaa man lillaa hi taa ‘aalaa.”

Yang Artinya : “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

  • Bacaan Niat Sebagai Makmum Shalat Tarawih

Sedangkan bagi seseorang yang bertindak sebagai makmum dalam shalat tarawih, maka niat bacaannya seperti : 

“Ushalli sunnatat Taraa wii hi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaa ‘an ma’m uuman lillaa hi ta’aalaa.” 

Yang artinya : “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Bacaan niat imam dan makmum dalam shalat tarawih diatas dilakukan dengan 2 rakaat sekali salam sebanyak 10 kali atau 20 rakaat. 

  • Tata Cara Shalat Tarawih Berjamaah Di Rumah 

Memang selama ini adanya perbedaan pendapat para ulama tentang jumlah rakaat shalat tarawih yaitu 8 rakaat atau 20 rakaat. Dimana kedua pendapat tersebut memiliki dalil yang sama sama kuat. 

Biasanya shalat tarawih 8 rakaat dilaksanakan dengan mengerjakan shalat 4 rakaat (sekali salam) sebanyak 2 kali. Sedangkan shalat witir dikerjakan 3 rakaat sekali salam tanpa adanya tasyahud awal. 

Adapun riwayat Yazid bin Rauman menerangkan “Umat islam di masa (Khalifah) Umar bin Khattab RA beribadah dimalam bulan Ramdhan dengan 23 rakaat. Yang dimaksud dengan 23 rakaat dalam riwayat tersebut adalah 20 rakaat untuk shalat tarawih dan 3 rakaat untuk shalat witir. 

Shalat tarawih 20 rakaat ini biasanya dikerjakan dengan melakukan shalat 2 rakaat sebanyak 10 kali. Tetapi shalat witir dikerjakan 2 kali yaitu masing masing 2 rakaat dan 1 rakaat. 

Umat muslim yang akan melaksanakan shalat tarawih di rumah secara berjamaah, diperkenankan untuk memilih salah satu pendapat tentang jumlah rakaat shalat tarawih diatas, sesuai dengan keyakinan masing masing. Dengan mengetahui cara benar shalat tarawih di rumah secara berjamaah, diharapkan shalat tarawih yang dikerjakan dapat berbuah menjadi amalan shalih. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *