Keputihan Berbahaya atau Tidak?

By | April 15, 2020

Keputihan merupakan masalah yang terjadi pada setiap  perempuan. Namun,sayangnya masih banyak perempuan yang tidak tau tentang masalah keputihan atau malah mengabaikannya. Selalu menjadi pertanyaan bagi semua perempuan. Apakah keputihan itu berbahaya ? keputihan merupakan lendir yang dihasilkan oleh kelenjar didalam leher Rahim dan dinding vagina. 

Perlu diketahui bahwa keputihan pada normalnya akan berwarna putih atau licin serta tidak menimbulkan bau, nyeri atau gatal. Lendir ini lah yang merupakan cara alami tubuh dalam mencegah infeksi serta menjaga kebersihan vagina. Tetapi, kondisi tertentu bahaya keputihan bisa menghantui jika disertai gejala. Keputihan yang disertai gejala bisa disebut dengan keputihan abnormal.

Ada beberapa keputihan yang disertau gejala lain yang dapat menjadi pertanda untuk masalah vagina sendiri. Misalnya keputihan yang disertai rasa gatal, keputihan berwarna kuning atau hijau, keputihan berwarna abu-abu dan berbau, keputihan yang disertai demam, dan keputihan disertai darah. Tentu saja gejala-gejala lain seperti ini perlu di ketahui oleh semua perempuan dan diwaspadai. 

Keadaan penyebab keputihan disertai gatal merupakan gejala yang disebabkan karena pertumbuhan jamur Candida albicans di vagina. Selain gatal, penderita keadaan ini juga akan mengalami pembengkakan vagina, kemerahan di vulva, nyeri saat buang air besar atau kecil, serta muncul ruam di sekitar vagina. Selain gatal gejala lain adalah keputihan yang disertai oleh darah. Gejala ini menandakan bahwa keputihan sangat berbahaya jika disertai dengan darah. Keputihan ini biasanya disertai pendarahan vagina diluar menstruasi atau setelah menopause. Keadaan inilah yang disebabkan oleh infeksi,radang panggul dan kanker serviks.

Hal lain yang bisa diketahui apakah keputihan yang dialami perempuan berbahaya atau tidak bisa dilihat dari warnanya. Ada keputihan yang berwarna kuning atau hijau yang berbahaya karena disebabkan oleh penyakit kelamin sepertu gonore, klamidia dan trikomoniasis. Lendir berwarna kuning atau kehijauan, tekstur keputihan yang lebih encer, sakit diperut di bagian bawah atau nyeri panggul, nyeri saat buang air kecil, vagina berbau dan perdarahan setelah melakukan hubungan seksual adalah ciri dari keputihan abnormal.

Selain berwarna kekuningan dan hijau, keputihan juga bisa berwarna abu-abu. Keputihan ini biasanya akan berbau karena disebabkan infeksi bakteri vaginosis bakterialis. Ini disebabkan karena terganggunya keseimbangan bakteri di vagina. Dalam keputihan berwarna abu-abu dan berbau ini juga akan merasakan gejala lain yaitu saat buang air kecil dan vagina yang terasa gatal. 

Selain semua gejala diatas yang sudah dijelaskan, ada beberapa gejala yang jarang dirasakan tetapi ternyata merupakan gejala keputihan yang berbahaya. Keputihan disertai demam yang merupakan tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Gejala demam merupakan salah satu tanda adanya reaksi perlawanan tubuh terhadap kuman yang menyebabkan infeksi. Dan harus segera dipriksakan ke dokter untuk penanganan pertama. 

Sebenarnya kembali lagi bahaya atau tidaknya keputihan ditentukan dari warna, tekstur dan tanda yang ditimbulkan seperti sakit ketika buang air kecil. Dari tanda atau gejala inilah perempuan harus tau apakah keputihan yang selama ini dirasakan berbahaya atau tidak. Keputihan yang normal adalah keputihan yang biasanya terjadi sebelum atau setelah menstruasi dan berwarna putih atau bening serta tidak disertai bau. Jika sudah menemukan tanda tanda keputihan yang tidak normal maka haru segera diperiksakan ke dokter untuk lebih lanjut. Karena jika dibiarkan akan menjadi penyakit lain yang lebih serius. 

SUMBER GAMBAR : SehatQ.com

Keputihan adalah cairan atau lendir yang berfungsi untuk membersihkan, melembapkan, dan melindungi vagina