Wayang Kulit yang Menarik Minat Warga Moskow

By | August 7, 2017

Wayang kulit menarik perhatian publik Moskow, Rusia. Dilansir dari kumparan , selama Festival Indonesia Moskow 2017 yang berlangsung selama 3 hari, 4-6 Agustus 2017 di Moscow Hermitage Garden, Rusia, pertunjukan wayang kulit purwa berhasil menyedot perhatian para pengunjung festival.

Seperti disampaikan KBRI Moskow dalam siaran pers, Senin (7/8), pementasan wayang kulit dilakukan hampir setiap hari, di panggung utama (main stage) sebanyak dua kali pementasan dan di tenda terpisah (10x10m) juga dua kali pementasan.

Setiap pementasan wayang kulit di Hermitage Garden, baik masing-masing di main stage dan tenda terpisah selalu dipadati para pengunjung yang berdesakan ingin menyaksikan wayang kulit purwa dari Indonesia.

Tidak hanya itu, bahkan bagi para pengunjung masyarakat asing Rusia yang berminat dan ingin belajar cara memainkan wayang dan gamelan, setelah pementasan diselenggarakan juga pelatihan berupa Master Class Wayang oleh Ki Dalang Dr. Eddy Pursubaryanto dan Master Class Gamelan oleh Composer (penata iringan) Tri Koyo.

Ki Dalang Dr. Eddy Pursubaryanto, seorang Dalang dan sekaligus Dosen di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada didatangkan spesial dari Yogyakarta untuk menggebyar Moskow dengan Wayang Kulit Purwa untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia di negeri beruang merah Rusia.

Wayang Kulit yang dibawakan dalam pementasan wayang mengambil Lakon ‘Dasamuka Lena’, berdurasi sekitar 45 menit dengan dibagi dalam tiga adegan utama yang menyatu dalam satu pertunjukan. Bahasa yang digunakan dalam pertunjukan dengan dwi bahasa, yaitu Indonesia-Rusia.

Diawali dengan gending ayak-ayak sebagai pembuka dan diiringi adegan flashback Dasamuka dan Shinta. Dilanjutkan dengan gending srepeg nem. Untuk adegan perang digunakan gending sampak patet nem diulang-ulang.

“Ternyata masyarakat Rusia menyukai karya-karya klasik. Tahun lalu sebenarnya kita coba-coba saja, ternyata sambutannya luar biasa”, ujar M. Wahid Supriyadi, Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus.

Iringan gamelan dibawakan oleh Dadali Gamelan Group, yang dipimpin oleh Tri Koyo, seorang Composer (penata iringan) dengan anggota grup gamelan yang terdiri dari warga Rusia dan warga Indonesia. Hal ini menunjukkan bukti kekompakan dan kolaborasi antar dua bangsa dalam pertunjukkan wayang dan gamelan Indonesia.

Sinopsis cerita ini menceritakan tentang perkelahian antara raja Alengka Prabu Dasamuka dengan raja Ayodya Prabu Rama Wijaya yang mewakili antara dua karakter baik dan jahat. Lebih lanjut, jalan cerita menggambarkan Prabu Rama Wijaya yang mewakili kebaikan berusaha merebut kembali Dewi Shinta istrinya yang telah diculik Prabu Dasamuka.

“Masyarakat Moskow sangat antusias dan attentive, baik di kuliah, master class, maupun pada pertunjukkan-pertunjukkan saya selama festival berlangsung. ‘Bravo, Bravo, itu selalu saya dengar dari mereka. Saya sangat terharu. Terima kasih Moskow,” ujar Ki Dalang Dr. Eddy Pursubaryanto.

Festival Indonesia Moskow 2017 merupakan festival yang kedua kali telah diselenggarakan oleh KBRI Moskow bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian/Lembaga terkait, sejumlah Pemprov dan Pemkot/Pemkab RI, pelaku bisnis, serta berbagai pihak pendukung di Indonesia maupun di Rusia.

Keseluruhan rangkaian FIM 2017 menampilkan panggung seni dan budaya, pameran produk, wayang dan gamelan show, pertunjukan film Indonesia, kuliah umum, fashion show oleh para desainer ternama Indonesia serta master class tari dan master class alat musik tradisional Indonesia.

Kesuksesan Festival Indonesia pertama tahun 2016 dan diikuti dengan kesuksesan Festival Indonesia kedua tahun 2017 ini diharapakan dapat semakin memperkuat dan mempererat kerjasama bilateral Indonesia-Rusia, dalam berbagai bidang.

Sumber : kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *