Catatan Detektif : Kasus “Sianida” Mirna

By | February 8, 2016


kali ini saya akan berperan sebagai detektif untuk mengungkapkan kasus pembunuhan mirna yang sedang ramai di bicarakan di televisi, mungkin karena saya suka nonton Sherlock holmes dan detective conan Haha
Oke, kita mulai. kasus ini terjadi tanggal 6 Januari 2016, di kafe Oliver, Grand indonesia mall. saat itu mereka adalah mahasiswa indonesia yang kenal di perguruan tinggi di Aussie,(australia). Mereka berencana untuk bertemu dan mengobrol-ngobrol, pada bukti transkrip yang aku baca di artikel news.liputan6.com mereka janjian untuk bertemu pukul 17.00, namun jessica sudah sampai di Grand indonesia mall pukul 14.00, tentu saja alibi mirna sangat lemah, dan teman mirna yang ikut bersama mirna pada saat itu Hanny, datang bersama mirna tepat pukul 17.00 jadi bisa dipastikan alibi Hanny pada waktu itu cukup kuat, karena dia disamping mirna. Alasan Jessica pada saat itu dia ingin keliling mall serta membeli beberapa oleh-oleh untuk mereka, dan sebelum sampai, Jessica sudah berada di Kafe terlebih dahulu dan menanyakan pesan ke pada mirna dan hanny, akhirnya Jessica membeli kopi vietnam sesuai pesanan mirna. Disini terlihat kuat jika Jessica memiliki banyak waktu untuk menuangkan bubuk natrium sianida ke dalam kopi mirna, Sebelum itu Apa itu Natrium sianida? NaCn adalah senyawa kuat yang biasa digunakan untuk racun hama, dan pembersih logam. senyawa ini sangat berbahaya, namun akan lebih berbahaya pada suhu 600 derajat celcius, dan bersifat menyerap udara. Jika kita tinjau, kopi yang di pesan Mirna tentunya kopi panas, dan ini memungkinan memiliki suhu sekitar 65-78 derajat cecius, menurut berita Bubuk sianida yang diberikan adalah 15 gram, namun demikian ini bisa sangat mematikan, tetapi ada cara untuk menanggulangi natrium sianida jika tidak sengaja meminumnya, yaitu jangan merasakan untuk muntah dan segera meminum air mineral. Pada hasil pengakuan terakhir Jessica bahwa, Hanny sempat mencium dan mencicipi kopi mirna, tetapi kenapa tidak sakit dan bahkan baik baik saja? alasannya dapat diduga kuat setelah meminum kopi yang sedikit itu, Hanny langsung meminum Cocktail, cocktail sendiri mengandung alkohol, gula dan air mineral. jadi bisa jadi cocktail sendiri menetralkan racun yang sedikit itu pada mulut hanny. Dugaan lain adalah Jessica sendiri pelakunya, sangat janggal karena di media Jessica selalu bersikap manis dan selalu memberi senyum, dan hasil tes kejiwaannya pun normal. Tapi kenapa Jessica bisa sesantai itu? dugaan yang pertama dia bukan pelakunya, dugaan kedua Jessica menyembunyikan sesuatu di balik senyuman itu. Tetapi sampai sekarang polisi masih belum memiliki barang bukti tempat penyimpanan natrium sianida tersebut, ada sebutan lain bahwa kantong tersebut disimpan di dalam celana jins Jessica namun ada tanggapan lain sebagai berikut “Ada keterangan salah satu saksi yang mengatakan bahwa yang bersangkutan membuang celana (Jessica),” kata Krishna di kantornya, Rabu, 20 Januari 2016. Kemudian, penggeledahan sepekan lalu di rumah Jessica di daerah Sunter, Jakarta Utara. Namun penyidik tak menemukan celana itu. “Kami cari ke tempat sampah sampai ke pol sampah tidak ketemu sampai sekarang,” ujarnya.ini bisa saja terjadi, tetapi mungkin juga celana jins tersebut dikubur, polisi hanya mencari di tempat sampah dan pengepulan sampah. Dan bisa jadi terdapat pada tempat sampah di Mall saat kejadian tersebut berada, ini sangat janggal, karena polisi tidak mencari di seluruh tempat sampah di Mall tersebut, pembuangan sampah ini bersifat relatif bisa di mana saja. Tetapi jika kita panik kita akan membuang sesuatu di dekat kita dan menyembunyikannya, benar tidak? jadi satu-satunya bukti adalah nota pembelian tersebut di toko kimia terdekat, tetapi saya tidak tahu apakah polisi sudah mengecek atau belum, Natrium sianida tidak mudah untuk di peroleh untuk umum pasalnya.
Jadi pelaku pembunuhan tersebut bisa jadi memang benar Jessica, tetapi tidak menutup kemungkinan hanny juga tersangkut.

Sankyou ^_
^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *