Alasan untuk hidup

By | February 29, 2016
Banyak sekali terjadi kasus bunuh diri karena mereka kehilangan arah dan berpikir untuk apa kita hidup? kita hidup dijaman apa sih? mungkin jaman batu atau jaman es? mungkin kalau kita masih hidup dijaman prasejarah yang kita pikirkan hanya makan pake kadal atau kerbau atau rusa yang sekarang punah karena keseringan diburu buat dimakan. Tapi itu gakan terjadi, kita hidup dijaman baru ya, di tahun 2000 atau manusia abad 20. Banyak dari kita frustasi untuk apa kita hidup? frustasi karena cinta, frustasi karena kuliah, frustasi karena atasan, dan yang paling sering terjadi diindonesia adalah frustasi karena ekonomi. Jika hidup adalah jalan, maka jalan mana yang kau tempuh? iya kan? kita harus memilih jalan yang sulit atau yang mudah itu terserah kita, selama kita memiliki jalan yang mudah ikuti saja. Ingat, manusia homosapiens adalah manusia paling sempurna dan pintar selama kehidupan prasejarah dan sejarah.Jadi kita diharuskan berpikir dan terus berpikir untuk mencari jalan yang lebih mudah, seperti lifehack dimana kita dipaksa berpikir kreatif bukan karena hobi tapi karena kebutuhan yang menginginkan kita kreatif. Blog aku ini emang gak terfokuskan ya, selama aku ingin menulis aku akan menulis apapun, bahkan motivasi sekalipun hehe
ini mungkin lebih ke motivasi ya. So, alasan untuk hidup kita apa? here we go
1.Keluarga
ini alasan paling umum, semua orang ingin membahagiakan orang tua kita dan jika kita anak pertama dari beberapa bersaudara pastinya kita ingin melihat mereka bahagia kan? jika kita terlahir dari anak orang kaya dan mewariskan harta orang tua dan pekerjaannya itu adalah tugas kita untuk mempertahankannya dan membawa nama perusahaan lebih tinggi dengan begitu orang tua kita akan bangga, tetapi, jika kita terlahir dari orang tidak mampu bagaimana? setiap orang memiliki nasibnya tersendiri oleh karena itu jangan pernah menyerah, Apa kalian kenal dengan bob sadino? beliau orang miskin tapi usahanya tidak pernah menyerah dan akhirnya menjadi jajaran orang terkaya diindonesia, adapun seperti olga, sule dan artis televsi lainnya, mereka pastinya berawal dari nol dimana tidak memiliki apa apa, kalau dilihat ada banyak sekali potensi yang dapat kita kembangkan, kita dapat menjadi musisi, bisnis man, usaha kecil-kecilan, dan kita bisa memulai kesusksesan dari nol. Jangan menyerah!Semangat! ingat orang tua dan adik adikmu menunggu!
2.Cita-cita
Setiap individu memiliki setidaknya satu cita-cita dalam hidup mereka, tak kurang sekalipun orang cacat dan bahka orang lanjut usia pun ingin memiliki cita-cita. Apa cita-citamu? yang pastinya bukan cita citata dong yang nyanyi dangdut itu hha, Ada sebagian orang dari kita hidup karena mereka ingin menggapai cita-cita mereka, dan ingin mencapai puncak tertinggi suatu pencapaian, dan membanggakan orang tua dan kerabat-kerabatnya. Jadi bercita-citalah dan kerjakan cita-citamu dengan awal yang lebih kecil dulu, seperti aku bercita-cita ingin membuat pesawat, dan aku mulai mempelajari fisika, dan masuk teknik fisika di kampus, sehingga itu dapat menjadi jembatan bagi aku untuk meraih cita-citaku. Jangan hanya memiliki satu cita-cita saja, bermimpilah sebanyak banyaknya, walaupun aku lebih menyukai kalimat cita-cita karena mimpi itu semu, tapi memiliki cita-cita yang banyak toh apa salahnya kan? mulai dari niat kita dulu.
3.Bertahan
kita makhluk sosial dan juga makhluk ekonomi, dimana kita menjadi manusia purbakala yang modern, yang kuat akan menang dan yang kalah akan gagal hingga tidak bisa bertahan. Hidup dijaman persaingan global itu sangat luar biasa susah apalagi diindonesia sendiri saya yakin pergerakan ekonomi diindonesia sebagian besar dikuasai oleh investor china, amerika dan negara luar lainnya. Sekalipun kita menjadi pemimpin negara super power, kita juga masih diharuskan untuk berpikir bagaimana negara kita dapat bertahan hidup. Berpikirlah kritis dan jangan mudah percaya, pendidikan adalah jendela masa depan dan buku adalah jendela dunia. Kita harus pandai dan pintar jika kita ingin bertahan, sekalipun orang yang tidak pernah sekolah yang memiliki kedai di pasar, pasti mereka akan terus berpikir untuk selalu didepan, sekalippun musuhnya orang berpendidikan, karena mereka dituntut harus bertahan. Jika kita bodoh, kita akan tertinggal.
sekian blog saya hari ini, makasih untuk para pembaca setia 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *